Salah satu hal yang membuat frustasi para freelancer adalah masa-masa paceklik di kala jumlah proyek yang bisa digarap menurun drastis, contohnya di awal tahun atau saat ada pandemi besar seperti COVID-19 ini.

Ya memang sebagai freelancer sudah semestinya kita siap dengan risiko sepinya tawaran pekerjaan sewaktu-waktu.

Memang, selalu sigap dan waspada adalah jalan ninjaku.

Tapi masa-masa sepi job bukan berarti kita bisa rebahan seenaknya lho! Ada sekali banyak hal yang bisa kita lakukan saat jadwal perlahan mulai lowong dan waktu mulai kosong. Apa saja sih hal-hal tersebut?

1. Marketing Diri Sendiri

Ini penting bagi semua freelancer! Anggaplah diri kita adalah penyedia jasa profesional. Nah, tidak akan ada yang tahu kalau kita menyediakan jasa tertentu kalau kita tidak memberi tahu orang-orang kan?

Jadi, jangan malu-malu untuk sekadar memasang iklan jasa di media sosial atau masuk ke lokapasar (marketplace) pekerja lepas baru. Ini akan membantu kita menjaring klien-klien potensial baru kedepannya.

2. Bersosialisasi

Kebanyakan orang akan lebih tenang jika membayar orang yang mereka kenal, oleh karena itu memperluas jejaring dengan bersosialisasi menjadi sangat penting bagi para freelancer untuk selalu bersosialisasi dan mengenalkan diri dengan orang-orang baru.

Baiknya sih, hal ini juga dilakukan sambil mengontak relasi dekat dan kawan akrab secara berkala. Hindari menghubungi orang saat lagi sepi job doang, yang ada kamu malah dituduh oportunis!

3. Memperkaya Pengetahuan dengan Mengikuti Workshop dan Kelas Daring (Online)

Biasanya karena bekerja sendiri, kadang kita sering abai dengan ilmu-ilmu baru atau bahkan tidak punya waktu untuk mempelajari hal baru di luar keterampilan yang kita jual.

Memperkaya diri dan ilmu yang menunjang pekerjaan freelance bisa dikerjakan di mana saja, termasuk melalui kelas online. Saat ini sudah banyak sekali jaringan platform kelas online, mulai dari platform berbagi ilmu sampai kelas-kelas online yang diselenggarakan atau disponsori universitas-universitas terkemuka.

Pilihlah kelas-kelas yang sesuai dengan minatmu, jangan lupa sesuaikan jadwal juga ya, agar tidak ketinggalan sesi-sesi kelas yang menarik!

4. Membagi Ilmu

Kebalikan dari nomor tiga, adakalanya kita juga bisa membagi ilmu kita dengan orang-orang lain di luar sana. Berkolaborasilah dengan komunitas-komunitas di sekelilingmu untuk membagikan ilmu-ilmu yang kamu miliki.

Tidak punya komunitas? Gunakanlah platform kelas online untuk membuat kelas online dan lokakarya (workshop) online-mu sendiri!

5. Menulis Jurnal atau Blog Personal

Salah satu cara untuk melepas lelah setelah lama bekerja keras adalah dengan menulis jurnal alias curhat. Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa menulis jurnal atau journaling adalah cara yang ampuh untuk mengorganisir kejadiah-kejadian yang telah terjadi dalam hidup kita. Journaling juga membantu mengatasi trauma--trauma dimaki-maki klien misalnya.

Kalau kamu ingin tulisanmu dibaca orang, cobalah membuat blog personal dan bagikan tulisanmu ke sosial media. Siapa yang tahu kalau tulisan pribadimu bisa mendatangkan klien dan pekerjaan baru?

6. Berolahraga

Men Sana in Corpore Sano. Di dalam tubuh yang kuat terkandung jiwa yang kuat. Jadi, untuk menguatkan jiwa yang lelah akibat kebanyakan berkutat dengan kerjaaan, ada baiknya kita mencoba berolahraga.

Ada banyak pilihan olahraga yang bisa kita coba. Jika kamu tidak suka berolahraga, kamu bisa mencoba aktivitas lainnya yang memaksa kamu untuk bergerak lebih banyak seperti menari, parkour, atau bahkan window shopping di pusat perbelanjaan.

Ingat, untuk bisa pura-pura kerja, kita butuh jiwa yang kuat

7.  Berlibur

Ada penelitian yang menyatakan kalau orang yang kurang piknik cenderung lebih gampang emosi marah-marah, cepat bosan, kurang bersemangat dan tidak bergairah. Jadi, berliburlah wahai warganet!

Meski banyak sekali rekan seperjuangan di luar sana yang tentunya tidak ingin berlibur karena dianggap membuang-buang uang, liburan tidak selalu berarti harus menyewa jet pribadi ke luar negeri lho! Aktivitas simpel seperti beristirahat dan makan makanan favorit seharian bisa menjadi pilihan untuk berlibur dengan bujet terbatas!

8. Membentuk Rutinitas Baru

Ingin mengubah gaya hidup kurang sehat selama menjadi pekerja lepas? Bentuklah rutinitas baru selama periode yang tidak sibuk ini. Rutinitas baru bisa membuat pikiran kita menjadi lebih segar sehingga banyak ide-ide baru yang bermunculan.

Sempatkan untuk memasukkan rutinitas-rutinitas kecil seperti tidur yang cukup, pergi berkebun, atau bahkan memulai hobi baru seperti merakit gunpla, dan membuat aquascape. Siapa tahu bisa jadi bisnis ke depannya kan?

9. Membaca Buku

Kapan terakhir kali kamu menyelesaikan sebuah buku? Membaca buku dapat menjadi kegiatan yang menghibur sekaligus memperkaya pemikiran seseorang, jadi jika kamu sudah lama tidak menyempatkan diri untuk membaca buku, inilah saatnya.

Tidak suka membaca buku yang berat dengan banyak tulisan? Banyak sekali pilihan buku lain yang bisa kamu koleksi seperti komik, ensiklopedia, bahkan kamu bisa membeli buku-buku puisi kekinian. Jika kamu malas membaca, setidaknya bisa untuk alas foto di instagram kan?

10. Menghabiskan Waktu Bersama Orang-Orang Terkasih

Seringkali karena terlalu sibuk, kita jadi tidak sempat menghubungi orang-orang terdekat. Menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih seperti keluarga, teman baik--atau bahkan mungkin bukan orang, seperti binatang peliharaanmu--bisa memberikan nuansa baru dalam kehidupanmu.

Tapi tolong diingat, jika orang-orang terkasihmu sudah mengajak liburan ke pulau terpencil naik pesawat ulang alik pribadi, waspadalah. Bisa jadi kamu sedang berada dalam teori konspirasi ala film survival Hollywood!

Bagaimana? Sepi job bukan alasan untuk berhenti berkegiatan kan? Ingat, ada kesempatan luas di luar sana yang menunggumu! Selamat melanjutkan kegiatan pura-pura kerja!