Kata orang zaman dulu, manusia dalam keadaan terjepit pasti akan punya insting survival yang lebih tinggi. Ya sama, sobat survival juga pasti mendadak akan lebih kreatif saat kejepit.

Salah satu jepitan yang bikin kreatif ini namanya deadline atau dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan kata tenggat.

Ngaku saja, kamu juga pasti pernah kejebak deadline dan entah kenapa ide-ide jadi lebih cemerlang menjelang deadline kan? Sama.

Sebagai self proclaimed deadliner garis keras saya mengakui bahwa salah satu fungsi deadline adalah untuk merangsang kreativitas dan produktivitas pekerja lepas. Deadline juga membuat kegiatan pura pura kerja menjadi lebih sahih karena tentunya pura-pura sibuk akan menjauhkan kita dari kegiatan kegiatan yang lebih nggak penting seperti berghibah dengan tetangga, disuruh beli cabe sama mertua dan lain-lain.

Deadliners itu bukan berarti nggak produktif lho ya!! Kami kami ini ya produktif juga, cuma memang sepertinya semesta harus memberikan insentif lebih supaya kami bisa meninggalkan pantry (penanggah) dan menyelesaikan pekerjaan.

Jadi berdasarkan pengalaman sebagai deadliner garis keras, saya mau menekankan bahwa:

PENGGUNAAN WAKTU UNTUK KONTEMPLASI ITU PENTING

Sebuah proyek tidak akan berjalan lancar tanpa perencanaan yang matang. Kadang perencanaan itu bentuknya berupa meeting-meeting cantik bersama klien, kadang juga berbentuk sesi duduk diam di WC sambil memikirkan eksekusi rencana,

Nggak salah kan? Rencana yang matang itu kebutuhan yang nyata lho, apalagi kalau kegiatannya butuh perencanaan yang kompleks dan terpampang nyata.

Kontemplasi juga bisa berbentuk scrolling tiada berakhir di layar gawai sambil memantau media sosial. Siapa tahu ada ide-ide kan ya?

IDE ITU MAHAL JADI HARUS DIDAHULUKAN

Pengalaman saya nih, kita seringkali dibayar mahal bukan untuk kterampilan dan pengalaman yang kita punyai melainkan ide-ide kreatif yang kita punya.

Pokoknya ide aja dulu, eksekusi belakangan.

Simpan ide-ide kreatif kita, mulai dari yang masuk di akal sampai yang paling nggak masuk di akal selama masa menunggu titik nadir dimana ide yang paling kreatif keluar di saat kepepet.

Soal ide pokoknya jangan sampai kalah cepat sama saingan!!!

KERJAKAN YANG BISA DIKERJAKAN DULUAN

Meski kadang ada deadliner yang memang sengaja menunggu lahirnya ide-ide cemerlang di tengah kepanikan batin yang menggelora, ada baiknya para deadliner menginventarisir pekerjaan berdasarkan tingkat kesulitannya.

Bukan apa-apa, kalau misalnya nanti pas berhadapan dengan deadline malah mentok dengan pekerjaan yang sulit malah kerjaan makin nggak selesai.

Pokoknya kalau muncul sedikit saja mood untuk kerja, langsung kerjakan. Sisanya sih bisa dikelarin sambil mepet-mepet deadline.

MEMBANGUN RASA PERCAYA ITU PERLU

Lets face it, kadang kita nggak bekerja sendirian, bahkan mungkin kita tengah bekerja bersama tim yang tidak ramah deadliner seperti kita. PR selanjutnya adalah membangun rasa percaya. Minimal sih rasa percaya diri, maksimal rasa percaya klien.

Makanya kadang, sekedar kasi janji nanti nanti itu nggak akan membantu. Minimal berikanlah packaging kalau kamu sudah pura pura kerja. Masalah ngerjain apa itu nanti dulu. Jika tim dan klien yakin pada hasil pekerjaan kita, mereka akan cenderung mengabaikan prosesnya.

PERCAYALAH PADA POWER OF KEPEPET, PERCAYALAH

Insting manusia untuk bertahan hidup di situasi yang penuh tekanan memang tidak bisa diremehkan. Kalau kata orang jaman dahulu, ini namanya The Power of Kepepet. Deadliner sejati pasti tahu, di detik-detik terakhir deadline biasanya otak mendadak lancar, jari bergerak dengan kecepatan cahaya dan ide-ide mengalir deras.

Sekali lagi ini adalah insting manusia untuk bertahan hidup, kisanak. Percayalah pada insting survival yang mengantarkan manusia menguasai bumi selama tiga milenia.

Jadi, sudah siap berpacu dalam tenggat hari ini?