Seperti yang kita tahu, kebanyakan kantor-kantor se Indonesia sudah mulai menerapkan kebijakan work from home akibat meluasnya wabah Human Coronavirus atau COVID-19. Sebagai veteran work from home alias kerja dari rumah, kami tim pura-pura kerja mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di dalam aliran pura-pura kerja.

Dalam dua minggu ke depan, kamu harus merasakan nikmatnya bekerja dari kasur, mengomel karena tidak adanya OB untuk dimintai tolong membeli nasi padang, dan penderitaan jam kerja ‘fleksibel’ yang mengalahkan fleksibilitas jam tidur siang.

Jangan salah, kerja dari rumah itu bisa menjadi kegiatan yang produktif, bahkan mungkin lebih produktif daripada bekerja di kantor. Para bos-bos yang biasanya punya adiksi untuk bikin meeting di jam-jam ngantuk akan sadar bahwa sebagian besar meeting di kantor adalah kegiatan yang nggak produktif karena semua bisa diselesaikan dengan selembar surel dan memo internal.

Namun, jangan bilang gini ke bos kamu, nanti laman kami di-blacklist dari deretan situs yang bisa diakses dari jaringan internet kantor. Nanti kalian baca apa pas jam makan siang?

Jadi sebagai senior kalian dalam dunia pura-pura kerja dari rumah, kami akan memberikan sederet tips untuk mengamankan diri kalian selama bekerja bulan ini.

Work From Home Bukan Work From Holiday

Meski beda-beda tipis tapi banyak sekali di antara kalian yang belum bisa membedakan work from home dengan work from holiday.

Work From Home itu artinya kalian tetap jadi budak korporasi, tapi nggak punya kubikel sendiri.

Jadi kegiatan bekerja tetap berjalan sebagaimana mestinya, bos kalian akan tetap marah-marah soal kinerja via WhatsApp dan anak HRD akan tetap memantau semua pergerakan kalian melalui sosial media.

Jadi nggak perlu pamer tiket bioskop di Instagram story atau ngeluh soal PR anak di Twitter selama jam kerja, ini akan masuk ke performance report kalian juga.

Jadi, pastikan kalian tetap bekerja seperti biasanya, hanya saja kali ini posisinya kalian bisa bekerja dari rumah.

Siapkan Sandang, Pangan, Papan, dan Colokan

Kunci keberhasilan work from home adalah keberadaan infrastruktur yang layak. Ada alasannya kenapa banyak kantor yang rela berinvestasi milyaran rupiah hanya untuk membuat kantor yang layak untuk para pekerjanya.

Namun, berhubung kita semua berada di rumah dan nggak mungkin kita merenovasi rumah dalam waktu 14 hari supaya suasananya seperti di kantor, maka kita harus menyiapkan seminimal mungkin tempat khusus untuk bekerja.

Minimal siapkan tempat di mana kita bisa mendapatkan sinyal dan colokan untuk berjaga-jaga agar bisa tetap bekerja. Karena esensi work from home adalah menghindari keramaian, maka sebisa mungkin tetaplah bertahan bekerja di rumah ya.

Selain itu, siapkan juga ruang khusus untuk bekerja beserta perabotannya, seperti meja kerja dan kursi yang empuk. Saya jamin, kalian nggak bakal betah kerja 8 jam sehari hanya bermodalkan meja lipat sambil duduk lesehan.

Berperilakulah Seolah-olah Kita Tetap Akan Berangkat Kerja

Agar memberikan sugesti kepada diri kita sendiri kalau kita tetap akan bekerja meskipun di rumah, maka berperilakulah selayaknya kita tetap akan berangkat ke kantor.

Ini berarti, bangunlah pagi seperti biasa, mandi, berganti baju dan pergi sarapan atau apalah yang sudah menjadi rutinitas pagi hari kalian. Ini akan membuat kalian tetap merasa produktif di pagi hari.

Jadi jika sewaktu-waktu pak bos meminta video conference, kamu bisa langsung sigap menyalakan webcam dan memulai conference (dan tidak sedang menggunakan baju tidur!).

Jauhi Kasur dan Spot-spot Malas Lainnya

Meskipun sebagian veteran freelancer sudah terbiasa bekerja dari kasur, tapi kemungkinan rekan rekan kita yang sudah terbiasa dengan indahnya kubikel belum terbiasa dengan rayuan pulau kapuk yang bisa menghancurkan produktivitas.

Begini bapak dan ibu, ini kan tugasnya work from home, jadi bukan hari libur ya. Bukan saatnya tiduran leyeh-leyeh sambil memikirkan sore nanti mau nonton di bioskop mana, jadi kerjaan tetap harus dipegang, jangan diajak bobo bareng.

Ingat, HRD dan laporan evaluasi bulanan tetap menanti.

Berikan Pengertian ke Orang Rumah Kalau Kita Sedang Bekerja

Ini yang paling sulit, distraksi terbesar di rumah adalah keberadaan orang rumah yang nggak memahami situasi ‘ini-tuh-aku-lagi-ngantor-jangan-disuruh-ganti-galon-dulu’ karena selama ini rakyat +62 adalah ahlinya memisahkan urusan kantor dan urusan rumah.

Iya kan, kamu yang kalau bawa pulang kerjaan dari kantor pasti nggak kepegang? Itu semua karena kita semua adalah expert dalam memisahkan pekerjaan rumah dan kantor (padahal alasan sebenarnya bukan itu, tapi ayo lah pura-pura saja).

Jadi, kalau bisa berilah pengertian bahwa dari jam 9 sampai jam 5 sore (atau berapa pun jam kerjamu seharinya) kamu tetap tidak bisa disuruh-suruh atau diganggu, layaknya kamu saat bekerja di kantor.

Yah, walaupun tak semuanya bisa langsung paham tak salahnya dicoba.

Jadi, selamat bekerja dan tetap jaga kesehatan ya! Sampai jumpa lagi di ruang rapat saat wabah sudah mereda! Ingat, jangan lupa untuk pura-pura kerja, walaupun nggak ada bos (dan tetangga) yang mengawasi!