Sebagai orang yang tidak sering liburan, saya berusaha untuk memanfaatkan momentum libur panjang untuk plesiran. Risiko karyawan, waktu libur hanya akhir pekan. Ternyata tidak ada yang berbeda waktu kerja di Bumi dengan di Pluto.

Saya sudah pernah menulis tips liburan para karyawan. Tulisan tersebut memang saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Setiap awal tahun mendata bakal destinasi kunjungan. Meski di akhir tahun semuanya tercoret dan bertuliskan “tahun depan [lagi]”.

Enam Tips Liburan ala Pekerja Kantoran
Liburan menjadi aktivitas yang harus dijadwalkan bagi pekerja kantoran. Rutinitas bekerja tiap hari terkadang membuat seseorang merasa bosan. Agar kembali semangat bekerja, pegawai kantoran biasanya menyempatkan waktu untuk berlibur. Masalahnya, menyelipkan waktu khusus untuk berlibur bukanlah hal …

Pun dengan unggahan di Instagram. Hampir semua unggahan tersebut adalah late post. Jadi, saya sudah sibuk mengurusi administrasi di Pluto, sementara di Instagram layaknya sedang dolan ke Neptunus. Atau malah asyik mengopi di Bumi.

Postingan di Instagram pun tidak bagus-bagus pula. Penting ada foto, unggah, dibumbui sedikit kalimat pemanis. Sengaja tidak panjang-panjang, takutnya tidak ada bahan tulisan di blog pribadi. Sayang kan kalau menulis panjang di Instagram, enakan di blog.

Suatu ketika, ada pesan masuk di Instagram. Ini sudah kesekian kali orang mengirimkan direct message atau yang biasa disingkat DM. Saya membaca dengan antusias. Siapa tahu ada klien yang butuh wadah placement post di blog saya. Atau, malah kerjasama yang lainnya. Kan menarik. Di waktu yang hampir bersamaan, di Twitter pun ada mention akun ke saya.

“Cek DM Gan! Ada yang Saya Tanyakan”

Bergegas saya mengecek pesan yang ada di Twitter. Tidak ada pesan masuk. Saya beralih memeriksa pesan di Instagram. Memang ada satu pesan yang tadi belum sempat saya baca. Tentu ini yang dimaksud akun tersebut.

“Assalamualaikum bang”

“Permisi bang”

“Mau tanya”

“Ane pengen ke Pluto, tapi pengennya mandiri gak ikut biro biar agak murah aja.”

“Tapi ane belum tahu nih kalau mandiri kira-kira berapa biaya yang harus kita siapain”

“Wehehehehe”

Pikiran saya masih baik. Sebuah artikel yang memang saya tulis khusus dolan tanpa paket ke Pluto segera saya kirimkan tautannya.  Tulisan ini menjadi salah satu artikel yang mendulang banyak pembaca di tiap bulan. Padahal menulisnya tidak SEO banget.

Hanya butuh waktu sekejap, empunya kembali membalas jika sudah membaca semua. Tapi masih bingung terkait pengeluaran. Pertanyaan seperti nanti lewat mana, ikut maskapai apa, berapa tiketnya, penginapannya, dan yang lainnya.

Padahal di artikel tersebut yang dia tanyakan sudah terjawab dengan baik dan rinci. Bahkan perbaruan harga baru pun sudah masuk. Sia-sia menulis panjang lebar kalau pada akhirnya disuruh menerangkan kembali melalui pesan pribadi.

Sungguh sebenarnya kalau ketemu dengan orang seperti ini ingin rasanya saya ungsikan ke Bikini Bottom. Biar dia diajak Spongebob menangkap ubur-ubur menggunakan jala kecilnya. Harapannya tentu dia kerasan di tempat barunya.

Untuk kalian yang suka DM tanya-tanya bujet traveling secara mandiri. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan. Tentu kalian harus mendata semua yang berkaitan dengan pengeluaran. Lalu baca artikel terkait harga. Meski tidak sepenuhnya benar, setidaknya mendekati dan kalian sudah punya patokan.

Pada dasarnya pengeluaran yang paling kelihatan saat berlibur ke destinasi adalah transportasi dan akomodasi. Anggaplah kalian sudah menganggarkan tiket PP, transportasi ke bandara PP, sewa kendaraan di lokasi, penginapan, hingga makan.

Garis besarnya sudah dapat. Tinggal kalian masukkan item-item kecil seperti bayar bensin, parkir, jasa kamar mandi di destinasi, retribusi destinasi, dan yang lainnya. Dari semua itu, sudah terbayang kan berapa biaya yang minimal kalian inginkan.

“Tapi mas, saya di sana ke mana saja? Kan saya awam?”

“Bisa bantu membuat itinerary-nya?”

Pertanyaan macam apa ini? Di era maju dan banyak orang berbagi informasi destinasi, masih ada segelintir orang yang bertanya itinerary di suatu tempat. Sebenarnya pertanyaan seperti ini juga banyak beredar di grup-grup Facebook.

Seperti inilah salah satu contoh orang yang malas mencari informasi sebelum bepergian. Sebenarnya, jika kita bingung mencari destinasi tujuan dengan alasan belum pernah ke sana. Kita tinggal membuka paket wisata yang menawarkan liburan di destinasi tersebut.

Dari sana, kalian bisa mengambil rute destinasi yang sama. Atau mengambil sebagian yang menurut kalian menarik. Setelah itu, kalian tinggal mengecek satu persatu destinasi tersebut mana-mana yang berdekatan. Sehingga ketika sudah di sana tinggal sekali jalan.

Jangan dengan mudah kalian meminta orang lain untuk membuatkan itinerary liburanmu. Seringnya setelah dibuatkan itinerary lengkap dengan kisaran biaya, orang tersebut menghilang tanpa ucapan terima kasih.

Pernah mengalami seperti itu? Tos dulu, mungkin orang yang tanya itu sama. Semoga saja mereka yang minta itinerary dan menghilang tanpa permisi membaca tulisan ini. Minimal dia mengucapkan terima kasih dalam hati.

Jadi berhati-hatilah jika kalian mendapatkan mention dengan kata-kata “Cek DM Gan!”