Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, pertumbuhan kedai kopi melejit kencang. Hampir di setiap kota pertumbuhan kedai kopi sangat cepat. Jogja salah satunya. Kawasan Demangan, Condongcatur, hingga Palagan contoh yang nyata.

Dulu, orang mengopi dengan cara lebih sederhana, ala anak indekos. Tinggal ke warung beli kopi kemasan, masak air, siapkan gelas, buka kemasan kopi, tuangkan bubuk kopi plus gula ke gelas, bungkus kopi jadi sendok untuk mengaduk, dan kopi siseruput sampai tandas.

Belum banyak orang tahu apa itu seduh manual seperti V60, Kalita, Aeropress, atau nama-nama seperti Cappuccino, Americano, dan yang lainnya. Mengopi itu sederhana bagi sebagian besar orang. Tidak ada debat kusir antara dikasih gula atau tidak pakai gula, apalagi istilah penikmat kopi (dan) senja.

Hingga kini, orang mengopi mulai dimanjakan banyak tempat. Berbagai biji kopi dari penjuru nusantara tersedia. Metode penyajian menggunakan mesin ataupun tidak pun tinggal pilih. Bahkan, model konsep kedai kopi pun terpilah-pilah dengan baik.

Ingin ke kedai kopi yang full musik? Ada. Kedai kopi yang nyaman, tidak ada keriuhan, enak untuk bekerja, juga ada. Mau yang kedai kopi tempatnya luas, menatap sawah dan masa depan sembari berkhayal pun tinggal pilih.

Dari banyak kedai kopi ini, saya sebagai Rakyat Pluto sampai bisa menyimpulkan pengunjung ini ke kedai kopi untuk apa. Ternyata kedai kopi sekarang banyak dilirik oleh pengunjung bukan karena kopinya enak saja, tapi karena berbagai hal.

Kedai Kopi sebagai Tempat Bekerja

Tidak sedikit pengunjung kedai kopi adalah mereka yang pekerja lepas (freelancer) atau pekerja remote. Berpindah-pindah tempat bekerja sesuai keinginan hati dan mencari tempat yang nyaman. Dulu, tempat paling nyaman untuk bekerja adalah perpustakaan.

Kini, para pekerja tersebut bisa melirik kedai kopi sebagai tempat alternatif bekerja. Tinggal pilih meja favorit, memesan minuman sekaligus kudapan, mengakses internet, dan bekerja. Ada banyak kedai kopi yang menawarkan tempat sebagus dan senyaman working space, bahkan lebih bagus dari (co)-working space itu sendiri.

Biasanya, orang-orang seperti ini mencari kedai kopi yang lengang. Ramai tapi tenang. Mereka tinggal menyalakan laptop, memakai headset, dan semedi lebih dari empat jam. Hampir dilakukan setiap hari dengan rutinitas yang sama.

Pernah lihat ciri-ciri orang seperti itu di kedai kopi? Kalau pas ada mereka, kalian jangan terus teriak-teriak kencang. Kasihan mereka sedang konsentrasi mengejar deadline.

Berdiskusi dengan Kolega atau Teman Sejawat

Sekarang rapat kantor pun tidak melulu di hotel. Merebaknya kedai kopi yang menyediakan ruangan untuk rapat, membuat para pekerja kantoran lebih asyik jika rapat di kedai kopi. Bosan rasanya kalau rapat di ruangan kerja biasa atau di hotel.

Pun dengan para mahasiswa khususnya semester tiga ke atas. Masa-masa mereka mendapatkan banyak tugas kelompok dan jarang main ke perpustakaan. Kedai kopi adalah tempat paling nyaman bagi mereka untuk diskusi. Tentu diselingi dengan Nyeruput Thai Tea atau Lychee Tea.

Tenang sobat mahasiswa yang mengeluh tugas kuliah tiada akhir. Suatu saat kamu bakal merasakan bagaimana rasanya ketika sedang berpura-pura kerja. Sungguh bebannya jauh lebih berat. Percayalah.

Tempat untuk Foto Produk atau Review Produk Endorse

Ada tipe pengunjung yang seperti ini. Biasanya mereka mencari kedai kopi yang layak Instagram (instagramable), yang lagi hits, dan ramai diperbincangkan di dunia maya. Pengunjung kedai kopi seperti ini nantinya membawa tas lebih besar.

Satu menit pertama mengenakan pakaian warna hitam. Selang setengah jam berubah lagi mengenakan kaus merah marun. Satu jam kemudian sudah berubah pakai kebaya, dan yang lainnya. Pokoknya dua jam di kedai kopi sering mondar-mandir ke kamar mandi.

Kalau tidak begitu, mereka membawa barang yang di-endorse. Bisa lipstik, kamera, makanan, atau yang lainnya. Kalau yang sering saya lihat, banyakan yang review kosmetik di kedai kopi. Ada yang minat endorse kami?

Bergosip dan Pencitraan di Media Sosial

“Tahu nggak sih?”

Sesungguhnya kata pengantar tersebut adalah suatu pancingan yang sangat dahsyat. Tatkala mata dan pikiran sedang konsentrasi menulis artikel, kata di atas membuyarkan konsentrasi. Jiwa-jiwa gibah membuncah.

Niat hati ingin kerja bersama kolega. Namun, wacana sebatas wacana. Pada akhirnya sebagian dari mereka menggosip orang-orang yang tidak hadir di lokasi. Bisa teman sendiri, pacar teman, kolega, ataupun selebritas.

Setali tiga uang, rutinitas menggibah di kedai kopi berbanding lurus dengan pencitraan panjat sosial. Ada yang datang ke kedai kopi cukup dengan memotret makanan dan minuman kawan, lalu disebarkan di WA Story, Instagram Story, serta media sosial yang lain.

“Sengaja pesan kopi tanpa gula, karena hidupku sudah manis dan bahagia.”

Begitulah biasanya para pemburu panjat sosial. Mereka hanya ingin memamerkan salah satu momen saat dia terlihat bahagia di mata follower.

Tempat untuk Mengakses Internet dengan Bandwidth Super Lebar

Pernah lihat pengunjung kopi yang diam menatap laptop tanpa mengetik atau menggerakkan tetikus (mouse)? Kalau pernah melihat, coba sesekali lirik mereka sedang apa. Tidak sedikit dari mereka biasanya nonton film streaming.

Fenomena seperti ini sudah lumrah terjadi di beberapa kedai kopi. Ada juga mereka yang datang ke kedai kopi karena jaringan internetnya kencang, sehingga bisa mengunduh banyak film. Mengunggah video vlog, hingga buat mengunduh dan bermain video game.

Seiring berjalannya waktu, tempat-tempat seperti ini mulai menggeser warnet. Kedai kopi jauh lebih nyaman, tenang, dan ada menu yang bisa dipesan dengan kisaran harga yang lebih terjangkau. Cukup beli segelas kopi, kalian bisa sepuasnya di sana tanpa diusir.

*****

Ini hanya sebagian kecil fungsi lain kedai kopi. Ada juga yang pacaran di kedai kopi. Berbincang kencang tanpa memikirkan orang sekitar, seakan-akan kedai kopi ini adalah tempat mereka berdua. Yang lain hanya sebagai stoples berbentuk manusia.

Coba ceritakan kalau kalian di kedai kopi ada pengunjung yang modelnya seperti apa? Ada nggak yang bikin kalian mangkel? Sini-sini cerita.