Jauh sebelum hiruk-pikuk tentang adanya sepeda Brompton yang terekam pada salah satu maskapai penerbangan Indonesia, sebenarnya sedari dulu harga sepeda Brompton memang mahal. Jadi jangan kaget kalau baru tahu ada harga sepeda di atas 50 juta.

Bagi yang suka sepeda balap, pasti hal ini sudah biasa. Pun bagi pecinta sepeda lipat khususnya Brompton. Menurut informasi, sepeda brompton di Indonesia mencapai 5000 unit. Hal ini yang membuat CEO Brompton Will Butler Adams kaget waktu datang ke Jakarta di pertengahan tahun 2019.

“Ini sepeda kok banyak banget di Indonesia. Kayak beli kacang rebus aja orang Indonesia,” Mungkin batin Will Butler Adams seperti itu saat kopdar di Jakarta.

Sayangnya, walau ada banyak sepeda Brompton di Indonesia, Will Butler Adams belum ada niat untuk membuka cabang toko di Indonesia. Mungkin dia belum tahu kalau masyarakat Indonesia ini royal banget kalau urusan hobi

Meski di Indonesia tidak ada toko resmi dari Brompton, para pecinta sepeda lipat ini membeli sepeda dari Thailand atau Singapura. Jangan tanya, kok rela membeli sepeda dari luar negeri. Kalau orang hobi kan memang seperti itu.

Saya sendiri pernah tertarik dengan sepeda Brompton tahun 2014-an. Kala itu ada yang masih harganya 15 juta rupiah. Sayang, kantung saya belum sampai untuk membeli. Cukup saya kurangi satu digit, akhirnya dapat sepeda merek lokal Polygon. Itupun Sepeda Gunung.

Beberapa kali saya menaiki sepeda Brompton milik masyarakat Pluto kala kopdar. Bayangkan saja, sepeda pinjaman yang saya naiki durasinya kurang dari 10 menit ini mencuri perhatian para pecinta sepeda. Sungguh Brompton menaikkan aura saya lebih dari 500%.

Urusan lipat-melipat, Brompton ini paling keren. Cukup sekali sentuhan, langsung sepeda mirip robot yang bisa melipat dengan baik. Pemilik pun tidak usah repot-repot membopong saat naik kereta api. Cukup ditarik layaknya koper. Kalau bingung, silakan cari video di youtube tentang sepeda Brompton.

Saking mudahnya melipat, banyak pecinta sepeda mencari sepeda yang minimal lipatannya mendekati sepeda Brompton. Ada yang bilang sepeda lipat Evergreen agak mirip lipatannya. Atau yang sekarang berembus, ada merek sepeda dari Taiwan hampir persis dengan Brompton. Kisaran harganya 15 juta rupiah.

“Kalau dicat ulang, terus dikasih sticker brompton. Orang lihat sekilas gak bakal tahu bedanya,” Celetuk Masyarakat Pluto waktu kopdar sepedaan.

Orang-orang yang mempunyai uang melimpah seperti pengusaha tentu kalau beli sepeda memilih Brompton. Setelah merebaknya kasus sepeda Brompton, banyak media yang mengulik sepeda tersebut. termasuk Menteri atau orang yang pernah menjabat sebagai pimpinan yang suka sepedaan.

Kurun waktu sepekan, media menulis tentang tanggapan Sandiaga Uno terkait harga sepeda pada laman Detik. Selang beberapa waktu tidak lama, masih laman Detik membahas foto Susi Pudjiastuti yang mengelilingi Monas menggunakan Sepeda Brompton.

Berhubung setiap berita pasti penyebarannya menggunakan media sosial, di sinilah para netizen dengan santainya membalas sebaran artikel tersebut sesuka hati. Ocehan para netizen ini memang menggelitik, layak dibaca karena cukup beragam.

Ada yang sangsi dengan kualitas sepeda Brompton, ada yang membandingkan dengan merek lokal, atau malah berseloroh semahal-mahalnya sepeda itu tetap saja dikayuh, kalau hujan tetap kehujanan, panas ya kepanasan, dan sebagainya.

Mungkin netizen ini tidak sadar kalau kurun waktu dua tahun terakhir ini segala jenis sepeda lipat itu harganya melejit. Sang makelar sepeda pun memberi tulisan embel-embel “limited edition” pada tiap sepeda yang dijual.

Masih tidak percaya? Silakan cari sepeda lipat bike to work yang 16 inchi. Bandingkan harga pada tahun 2016 dengan sekarang. Hasilnya, jauh lebih mahal sekarang meski belinya adalah barang second. Apalagi sepeda lipat bike to work yang 20 inchi.

Selaras dengan sepeda lipat yang dikeluarkan Polyogn. Kalian dulu mengenal sepeda lipat merek Dahon. Jangan tanya harga second sepeda Dahon sekarang. Pasti lebih mahal dan banyak yang mencari. Kalau masih tidak percaya, silakan kalian iseng lihat harga di lapak sepeda.

Tidak hanya Brompton, sepeda lipat lainnya yang digandrungi pecintanya adalah Bike Friday, Alex Moulton, atau Tyrell. Harganya pun dibanderol minimal 30 jutaan. Mau yang lebih di bawah harga tersebut, silakan pilih Fnhon atau malah London Taxi.

Sepeda lipat Polygon pun harganya lumayan. Silakan buka sepeda lipat Urbano atau Tern, dengan spesifikasi seperti itu, sepeda lipat harganya cukup tinggi. Merek sepeda lipat Element – Ecosmo pun ikutan melejit dicari para pecinta sepeda lipat.

Salah satu yang terakhir, sepeda lipat dari merek sepeda Pasific Noris pun libas bahkan melejit di pasaran karena banyak peminatnya. Harga yang awalnya biasa menjadi tidak biasa. Permintaan konsumen melebihi perkiraan.

Terbongkarnya sepeda Brompton di Indonesia membuat para suami yang gemar mengoleksi sepeda menjadi was-was. Kali ini para istri tahu harga sepeda merek tersebut mahalnya minta ampun.

Kali ini sepeda lipat sudah terbongkar harganya. Para bapak yang suka sepeda lipat agak mumet jika ingin menambah koleksi. Tahun 2020, semoga aman. Setidaknya bagi para pecinta downhill, roadbike, ataupun touring. Semoga istri-istrinya tidak mencari tahu harga sepeda Santacruz, Trek, Surly, dan yang lainnya. Berdoa saja.