Setiap hari, tayangan televisi di Indonesia tidak mengalami perubahan yang signifikan. Berbagai sinetron ala remaja masih mendominasi. Tidak mau ketinggalan, segala cerita tentang azab pun tak mau ketinggalan.  Diawali dengan judul panjang dan fenomena yang aneh dinalar.

Dari semua tayangan yang ada, saya hanya bisa memilah sedikit tontonan yang menyenangkan. Ringan, tidak muluk-muluk ada karakter protagonis ataupun antagonis, tanpa berisi adegan rundung (bully) dan pendendam. Salah satu sinetron tersebut adalah Tukang Ojek Pangkalan.

Berlokasi di tempat yang dinamakan Rawa Bebek, kehidupan masyarakat Indonesia sebagian besar sudah tergambarkan secara gamblang. Aktivitas mengopi, mancing, berjualan, sekolah, hingga urusan asmara pun dibalut dengan mudah.

Ada satu lagi yang perlu dilihat secara jeli. Sinetron Tukang Ojek Pengkolan ini juga membawa misi untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Setidaknya di tempat-tempat yang sudah dikenal dengan kemasan yang sederhana.

Penasaran destinasi mana saja yang Sinetron Tukang Ojek Pangkalan ini kunjungi? Baiklah, mohon tim Rojak, Sutisna, dan Mas Pur bersabar. Silakan baca artikel ini hingga tuntas. Lalu ingat-ingat, apakah saat episode tersebut kalian menonton atau malah ketinggalan.

Menjelajah Pantai di Tanah Laskar Pelangi

Akhir tahun 2018, Mas Pur diajak Widya bersama teman-temannya ke Belitung dalam acara pekerjaan Wedding Organizer (WO). Tentu Mas Purnomo tidak bisa menolak ajakan gadis tersebut. Meski sebenarnya Mas Pur secara tidak langsung dimanfaatkan teman-temannya Widya sebagai sopir.

Di Belitung tujuan destinasi wisata tentu menjadi prioritas. Ini dibuktikan pihak sutradara dan tim menjadikan Pulau Lengkuas, Pantai Kelayang, dan sekitarnya sebagai tujuan dalam mencari konten dibalut dengan cerita perjalanan.

Bagi orang-orang yang suka plesiran. Edisi ini bukan sekadar bagaimana merasakan Mas Pur cemburu dengan pemandu lokal, tapi juga tentang menjelajah Pulau Belitung yang menyajikan keindahan baharinya.

Kulineran di Surabaya dan Plesiran ke Bromo

Masih dengan misi yang sama. Sutradara dan tim Tukang Ojek Pengkolan mengunjungi beberapa destinasi wisata di Jawa Timur. Mulai dari Mas Pur menikmati kuliner Lontong Balap, melintasi Lumpur Lapindo, hingga plesiran ke Bromo.

Selain disuguhkan bagaimana luluh dan romantisnya Mas Pur yang mengambil bunga di Bromo. Penonton juga disajikan pemandangan indah destinasi wisata Bromo. Tentu secara tidak langsung kita ada keinginan untuk berkunjung ke destinasi tersebut.

Jadi kangen kulineran di Surabaya? Atau malah ingin menikmati naik jip yang rutenya berliku di Bromo dan sekitarnya? Serta beraksi ala Mas Pur dengan segala keromntisannya pada gadis yang liriknya? Kalian bisa coba di sini.

Pulang Kampung ke Jogja

Kali ini bukan Mas Pur yang datang ke Jogja, tapi tokoh yang lainnya. Di salah satu episode diceritakan jika Mbak Surti dan Deddy pulang kampung menjenguk orang tuanya yang sedang sakit. Seperti yang diketahui, Surti adalah orang Jawa dan berasal dari Kota Gudeg.

Tidak banyak yang ditayangkan, tapi sebagai penonton setia Tukang Ojek Pengkolan, saya sempat melihat bagaimana mereka bercerita sedang ketemuan di halaman Benteng Vredeburg. Keluarga kecil ini menunggu becak untuk berkeliling di sekitaran Malioboro.

Percayalah, Jogja adalah tempat di mana ada sejuta cerita yang selalu terlintas kala kita berjalan di sepanjang jalan Malioboro, Tugu Pal Putih, atau malah di sudut-sudut sepi yang lainnya. Pantas banyak orang bilang rindu dengan Jogja.

Mas Purnomo dan Kota Semarang

Dari pertama kali menonton Sinetron Tukang Ojek Pangkalan, kita langsung tahu jika Mas Pur berasal dari suku Jawa. Hingga akhirnya lelaki yang identik dengan motor birunya itu bercerita di pangkalan jika dia berasal dari Semarang.

Keputusan yang tepat saat ada syuting di Semarang. Pasti Mas Pur menjadi sosok sentral saat menjelajah destinasi-destinasi wisata di Semarang dan sekitarnya. Bagaimana tidak, mulai dari Candi Gedong Songo, Kampung Pelangi, hingga Kelenteng Sam Po Kong pun menjadi tempat yang dikenalkan.

Mas Pur dengan kepercayaan diri yang tinggi tidak hanya menjadi lelaki tangguh urusan percintaan. Dia menjelma seseorang yang berprofesi sebagai pemandu untuk teman-temannya yang berasal dari Kampung Rawa Bebek. Mengenalkan potensi wisata Semarang ke semua orang.

Membantu Bule Cantik yang Tersesat di Bali

Sinetron Tukang Ojek Pangkalan menyambangi Pulau Dewata. Kali ini formatnya berbentuk FTV dengan lakon yang sama; Purnomo, Rojak, Tisna, ditambahi kawan lama Rojak di Bali yang diperankan oleh Tora Sudiro.

Ketiga lelaki ini menyusuri sepanjang jalanan Pulau Dewata diantar Tora. Tragisnya, selama di Bali Mas Purnomo menghilang dan tersesat. Dia mengikuti seorang gadis bule yang sedang mencari penginapan. Tanpa menghiraukan kendala komunikasi, Mas Pur menjelma sebagai pahlawan untuk membantu gadis bule tersebut.

Di sisi yang lainnya, Rojak dan teman-temannya sibuk mencari Mas Pur. Mulai dari Pantai, hingga menyusuri pasar-pasar tradisional khas Bali. Malah mereka sempat juga membeli oleh-oleh untuk keluarganya di Kampung Rawa Bebek.

Mas Pur berjalan mengikuti gadis bule, hingga mereka menemukan penginapan yang dituju. Tetap saja ada kejutan di edisi ini, khususnya untuk Mas Pur. Sampai akhirnya Mas Pur sadar bahwa dia tidak membawa gawai dan kehilangan teman-temannya.

Pada edisi ini, kita lebih banyak melihat kekocakan komunikasi antara Mas Pur bersama cewek bule, hingga bagaimana Tisna, Rojak, dan Tora menikmati waktu senggang di pantai. Menyesap es kelapa muda sambil memikirkan kawannya yang hilang.

Menambatkan Cinta di Bumi Kartini

Hilang satu tumbuh seribu. Begitulah kisah Mas Pur di Sinetron Tukang Ojek Pangkalan. Selepas dari beberapa gadis idamannya tidak berhasil, perjuangan dia masih terus dilanjutkan. Hingga akhirnya sosok gadis bernama Rinjani luluh.

Menuntaskan misi asmara, Mas Pur menikahi Rinjani di Jepara. Tempat Rinjani berasal. Seluruh keluarga besar Kampung Rawa Bebek turut ke Jepara. Mereka menjadi saksi pernikahan Mas Pur dan Rinjani.

Selain menceritakan kisah percintaan dan prosesi pernikahan Mas Pur & Rinjani. Di sini kita juga disuguhkan destinasi wisata seperti pantai ataupun tempat bersejarah. Bagaimana Budhe-nya Rinjani diajak keliling ke Pendopo Kartini.

Tempat yang lainnya juga seperti Alun-alun Jepara pun tersaji. Serta sedikit cerita tentang masa hidupnya Raden Ajeng Kartini juga diceritakan secara singkat melalui peninggalan-peninggalan beliau.


Sudah percaya jika Sinetron Tukang Ojek Pengkolan ini mempunyai misi mempromosikan destinasi wisata di Indonesia? Ada banyak sinetron di Indonesia, tapi sedikit sinetron yang mempunyai cerita sederhana dan mengena layaknya Tukang Ojek Pengkolan.

Harapannya tentu makin banyak tontonan di televisi Indonesia yang ringan tapi menyenangkan seperti Tukang Ojek Pengkolan. Cerita sehari-hari didapat, promosi destinasi wisata juga tersampaikan, dan yang penting adalah keragaman antar suku pun tersajikan dengan baik.