Harus diakui Pandemi kali ini berhasil membuat jiwa wirausaha orang-orang Indonesia bangkit, menggeliat dan menggelora dalam dada. Ingat, di balik krisis dan hal ihwal yang memepet selalu ada kreatifitas yang terasah.

Serius deh, coba hitung, berapa orang di sekelilingmu yang saat ini mendadak jadi wirausahawan? Mulai dari yang pura-pura wirausaha sampai yang wirausaha beneran, mendadak sekarang punya bisnis rumahan adalah suatu hal yang normal.

Pertumbuhan bisnis rumahan dan UMKM ini tak lepas dari tingginya angka pemutusan hubungan kerja dan gaji serta honor yang dipotong selama pandemi. Jadi, jika kalian punya bisnis rumahan dan ingin memulai berjualan daring (online) untuk menambah pemasukan, coba simak dulu tips-tips berikut!

Pastikan Kalian Sudah Membuat Rencana Bisnis Terlebih Dahulu

Meski usaha berskala kecil, tetap buatlah rencana bisnis terlebih dahulu. Rencana ini tidak perlu terlalu rumit yang penting memuat visi dan misi bisnis kalian ke depannya, strategi penjualan, proyeksi keuntungan dan kerugian serta kondisi keuangan kalian.

Rencana bisnis ini penting agar kalian bisa mengetahui apakah usaha yang kalian akan jalankan bisa menuai keuntungan dan mengetahui strategi bisnis apa yang cocok dengan usaha kalian.

Jika semua sudah terencana dengan baik, kalian bisa maju ke step selanjutnya yaitu menentukan media yang tepat untuk berjualan bagi produkmu.

Menentukan Media Berjualan Yang Tepat Untuk Produkmu

Saat ini ada berbagai platform yang bisa kamu manfaatkan untuk berjualan secara online, misalnya e-commerce, marketplace, maupun langsung melalui media sosial.

Masing-masing platform punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri; misalnya jika menggunakan platform lokapasar (marketplace) maka kamu akan lebih mudah dalam menjangkau pembeli baru akan tetapi kamu mungkin akan kesulitan untuk melayani pembelian yang membutuhkan pengiriman khusus seperti pembelian dalam partai besar atau mencari jasa ekspedisi yang tepat untuk daganganmu.

Bagaimana cara menentukan media berjualan yang tepat? Yang pertama, sesuaikan dengan kebutuhan. Prioritaskan keamanan barang dalam proses distribusi sampai ke pembeli. Sebagai contoh, penjualan makanan segar misalnya, akan sulit jika dikirim ke luar kota sehingga akan lebih aman jika dijual di layanan pesan antar ataupun langsung melalui media sosial.

Pelajarilah Ilmu Digital Marketing

Meski saat ini banyak sekali layanan pemasaran daring (digital marketing) yang bertebaran di luar sana, akan tetapi kita tetap harus mengerti dasar-dasar ilmu digital marketing dan pemasaran.

Lho kenapa? Kan bisa tinggal hire agency?

Ya, meski bisa membayar pihak ketiga, akan tetapi jauh lebih baik jika kita memahami dasar-dasar proses pemasaran daring ini supaya kita juga bisa mengukur apakah dagangan kita sudah dipasarkan dengan baik dan benar.

Terkadang, jika penjualan nyungsep seringkali kita langsung menyalahkan pemasaran yang tidak berjalan, padahal bisa jadi strategi pemasaran yang diterapkan sedang tidak berjalan karena tingginya kompetisi mengingat banyak yang juga membuka usaha dari rumah.

Jangan Asal Beriklan

Banyak yang bilang kunci dari pemasaran barang secara daring adalah dengan beriklan sebanyak-banyaknya, ini tidak salah. Namun, tidak sepenuhnya benar juga.

Mengapa demikian? Karena kebanyakan iklan digital saat ini menggunakan konsep micro targeting sehingga kita bisa menarget pemirsa iklan kita sampai sedetail-detailnya. Jadi konsepnya bukan beriklan sebanyak-banyaknya seperti media konvensional melainkan beriklan setepat-tepatnya.

Buatlah Konten Yang Menarik

Meski “hanya” produk rumahan, akan tetapi buatlah konten promosi yang menarik agar pembeli juga tergugah keinginan untuk membeli. Ingat, saat ini persaingan perdagangan semakin ketat sehingga produk yang dijual juga harus mempunyai nilai tambah di mata calon pembeli.

Konten yang menarik tak berarti harus mahal, berikanlah foto-foto dan deskripsi yang jelas mengenai produk yang akan kita jual agar pembeli semakin yakin untuk membeli. Kemaslah testimoni dari pembeli dengan menarik agar bisa menjadi nilai tambah di mata calon pembeli.

Nah, itu dia tips memulai berjualan daring di era pandemi kali ini. Ingat, di mana ada kesempitan, di situ ada kesempatan, selamat berdagang teman-temanku!