Setelah satu bulan (atau lebih) bekerja di rumah, tentunya para pekerja dari rumah tingkat pemula sudah mulai menemukan PW alias posisi wuenak-nya masing-masing. Ada yang suka bekerja di ruang tamu sambil nyemil kue kering yang tadinya disiapkan sebagai suguhan bagi para tetamu (tentu lengkap dengan alasan “ah kan lagi phisycal distancing jadi sayang kuenya nggak ada yang makan”) ada juga yang harus duduk tegak di meja kerjanya dengan tingkat fokus yang sangat tinggi.

Namun, ada satu posisi bekerja di rumah yang memiliki risiko yang tinggi namun juga mempunyai kenikmatan yang tiada tara yaitu bekerja dalam posisi tiduran alias #RebahanProduktif.

Bekerja sambil rebahan adalah kegiatan yang membutuhkan level fokus, determinasi, dan disiplin yang tinggi. Tidak sembarang sobat rebahan sanggup melalui fase yang berat ini. Jika tidak kuat mental, maka besar kemungkinan tingkat produktivitas kalian akan menurun atau lebih parah lagi, kalian akan ketiduran. Ibarat dalam game, posisi bekerja sambil tidur-tiduran atau rebahan merupakan boss level.

Bagi para sobat rebahan yang pemberani dan penuh percaya diri, kalian bisa mempraktikkan posisi bekerja sambil rebahan ini, tapi ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan sebelum memulai kegiatan bekerja sambil tidur ini agar tidak mudah ketiduran saat sedang bekerja!

Berganti-ganti Posisi

Salah satu risiko bekerja sambil tidur-tiduran yang paling besar adalah ketiduran. Untuk meminimalisir berpindahnya kesadaran dari alam nyata ke alam mimpi, kalian harus berganti-ganti posisi tidur. Ingat, posisi menentukan prestasi.

Ada beberapa posisi tidur yang bisa kalian coba sesuai dengan kebutuhan. Yang pertama adalah tengkurap. Ini adalah posisi paling mendasar saat bekerja sambil tidur-tiduran. Tidurlah dengan posisi tengkurap dan letakkan laptop atau gawai dihadapan kalian.

Beberapa resiko yang harus kalian hadapi saat kalian tengkurap terlalu lama adalah sakitnya siku karena dijadikan tumpuan, posisi mengetik yang tidak ergonomis, serta panggilan dari bantal yang mengajak untuk merebahkan kepala.

Jika posisi tengkurap sudah tidak nyaman, gunakan posisi menyamping. Tidurlah dengan posisi menyamping dan gunakan salah satu tangan untuk menopang kepala. Gunakan tangan satunya untuk mengetik, scrolling dan memegang gawai. Posisi menyamping ini akan membuat leher terasa lebih nyaman, akan tetapi kalian harus siap ber-multitasking dengan satu tangan saja.

Posisi selanjutnya adalah duduk bersandar. Kalian bisa bersandar di tembok maupun headboard lalu meletakkan laptop maupun gawai di paha, jika perlu alasi laptop dengan meja lipat kecil ataupun bantal untuk kenyamanan yang lebih optimal. Posisi ini lebih ergonomis daripada posisi-posisi tidur lainnya, akan tetapi kaki akan mudah kesemutan dan rasa ngantuk akan lebih cepat datang.

Posisi terakhir adalah telentang. Ini adalah pose berserah diri saat kalian sudah tidak kuat lagi menahan kantuk. Tidurlah telentang dan letakkan gawai diatas perut. Berusahalah untuk tidak memejamkan mata sambil terus mengerjakan pekerjaanmu. Jika kesadaran mulai hilang, segera ganti posisi tidur.

Putar Musik yang Upbeat

Lupakan playlist chillhop, lo-fi hiphop dan musik-musik slow lainnya. Putar musik yang penuh dengan semangat. Jika perlu, putar musik metal dan ikut menjerit-jerit ria. Namun ingat, jangan terlalu kencang, apalagi kalau tetangga kalian kepo. Alih-alih semangat, bisa jadi kalian malah didatangi Pak RT karena mengganggu lingkungan atau disangka kesurupan (ini bukan pengalaman pribadi penulis).

Matikan Webcam

Zaman semakin maju, webcam yang kalian gunakan bisa jadi punya resolusi yang cukup tinggi untuk merekam jejak-jejak iler yang masih menempel di pipi kalian. Selain itu, angle webcam yang kurang menguntungkan bisa membuat kamu terlihat sangat ngantuk dan punya double chin.

Jika kalian perlu bekerja dengan menggunakan webcam dengan posisi tiduran, maka pastikan muka kalian memenuhi layar sehingga lawan bicara kalian tidak tahu kalau kalian sedang tidur-tiduran. Posisi paling optimal adalah dengan posisi tengkurap. Jangan silangkan kaki supaya orang tidak tahu kalau kalian sedang rebahan.

Hisap Permen Sambil Bekerja

Jika kalian merasa tetap mengantuk saat bekerja sambil tidur, cobalah menghisap permen sambil bekerja. Menghisap permen terbukti dapat menghilangkan kantuk. Siapkan permen-permen dengan rasa yang kuat seperti mint, permen gulas, dan lain-lain.

Pro tip: hindari permen yang mengandung bubuk atau crackling candy karena dikhawatirkan bisa mengotori kasurmu. Ingat harga deterjen sedang naik dan laundry kiloan banyak yang tutup.

Rebahan Sambil Ngobrol? Bisa Lho!

Kata siapa rebahan berarti kalian tidur-tiduran sambil ngantuk? Kalian bisa mengobrol dengan teman maupun rekan kerja melalui voice chat ataupun sambil bertelepon dengan teman kalian. Kadang rebahan sambil ngobrol malah bisa membuat inspirasi mengalir layaknya air terjun di iklan adem sari.

Nah, buat kalian yang tertantang untuk bekerja sambil tiduran, siapkan mental dan determinasimu dari sekarang. Ingat, saat bekerja dari rumah, semua bisa terjadi termasuk ketiduran dan pura-pura kerja dari alam mimpi. Ketiduran terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, melainkan juga karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah.